Senin, 24 Maret 2025

Tiga: Violet

Ini Violet. Penamaan setiap judul pada bagian tulisan Tinkerbell rasanya tak benar-benar kuperhatikan, namun mampu membuatku berbunga-bunga. Tidak ada alasan yang istimewa dalam tujuan Violet kali ini. Aku hanya tersenyum saat menuliskan ini. Spektrum antara warna biru dan ultraviolet tiba-tiba saja terlihat melewati sudut penglihatanku. Lagu Fearless - Taylor Swift kembali terdengar dengan berisik dalam pikiranku. Jari-jari tanganku tergelitik menyusun setiap kata yang saat ini mungkin sedang dibaca olehmu.

Apakah aku jatuh suka lagi? (aku tidak tahu, ini benar-benar lucu).

Sejak kapan perasaan ini benar-benar menghuni hatiku kembali? Di mana kau berhasil temukan cara untuk bertamu pada gadis yang mulai tak peduli dengan perasaan-perasaan lugu itu lagi? Bagaimana bisa kau menaruh kata kagum untuk aku kuasai? Oh, tuan aku tidak tertolong, jantungku mulai kembali berdegup kencang, hatiku tak bisa kukendalikan lagi, dan lagi.

Apakah aku jatuh hati lagi? (aku tidak tahu, ini benar-benar lucu).

Buku harian lamaku yang isinya sangat monoton itu, yang isinya hanya penuh dengan kemarahan dan patah hati tidak jelas itu, sudah tak pernah kubuka lagi. Aku menemukan Violetku. Aku menemukan buku harianku yang baru. Perasaan-perasaan kecil menyenangkan seperti lahir kembali dalam diriku. Geli, tapi aku menyukai perasaan ini.

Apakah aku jatuh cinta lagi? (aku tidak tahu, ini benar-benar lucu).

You're everything I want 'cause it's always been that way. And I don't know why but with you I'd dance in a storm in my best dress. Fearless.

Lima: Prudence

Sampai. Sampailah aku pada halaman terakhir di laman pribadiku yang sebenarnya tidak terlalu pribadi atau rahasia. Tiga bagian laman kutulis...