(Desember)-Selamat datang di bulan senyum selanjutnya. Tidak kusangka, bulan ini diwarnai dengan hal-hal menyenangkan yang tak terduga. Makanya kuberi saja julukan bulan senyum dariku, olehku, dan untukku.
Hal-hal yang membuatku mengingat kembali perasaan-perasaan bodoh itu akhirnya dapat membuatku tertawa. Perasaanku mulai hilang berjatuhan perlahan bagai embun yang hadir di setiap ujung daun dan rerumputan jalan. Begitulah hilangnya, perlahan tapi pasti. Lagu dari Regina-Cutiest Pair menemaniku sesering itu. Tak jarang aku bertemu sedih lagi, tapi sepertinya itu sudah menjadi hal yang biasa kuhadapi.
Berhenti dulu, sepertinya gadis ini terlalu percaya diri?
Lalu, tiap butiran embun kini selalu kutemukan pula saat di mana waktu masih membutuhkan jarak untuk menjumpa mentari. Aku berlari, sesekali kupetik beberapa bunga kecil yang tumbuh liar di sepanjang jalan ini. Segelimat senyum kemudian hadir. Wah, aku tidak percaya aku sampai di sini. Rasanya seperti menjadi gila karena terlalu senang sendirian.
Banyak orang mengira bahwa aku selalu memiliki energi penuh setiap hari. Ya, mereka tidak tahu saja betapa aku sangat menjaga itu sampai aku benar-benar membutuhkan waktu sendiri. Dan berlari ditemani embun pagi adalah tempat dan hal yang paling kusukai.
Jadi, aku memilih embun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar